Merokok adalah hak semua orang. Entah itu laki-laki, perempuan, bahkan banci. Saya sendiri ga punya hak buat melarang teman atau keluarga untuk tidak merokok.
Namun, perlu diingat bahwa selain perokok ada juga non-perokok (biasa dikenal perokok aktif dan pasif). Non-perokok pun punya hak, yaitu hak untuk menghirup udara bersih dengan bebas dan gratis. Saya, sebagai non-perokok, susah untuk mendapat hak tersebut.
Sebenarnya, tulisan ini terinspirasi dai pengalaman pribadi. Yang paling menyebalkan adalah ketika kita naik kendaraan umum (angkot, bis), masih aja ada orang-orang egois yang hanya mendewakan hak-nya untuk merokok tanpa peduli orang sekitarnya yang barangkali memiliki alergi asap rokok atau bahkan terganggu dengan adanya asap berbahaya tersebut.
Saya termasuk orang yang sering mengeluarkan "kode-kode" bahwa saya terganggu atas kegiatan merokok sang perokok. Bagusnya, orang yang ber-otak dan masih peduli sama orang lain sih, ya tentu mematikan rokoknya. Nah, giliran ketemu orang yang gak beradab, mereka tetep aja santai merokok.
Intinya, saya tidak menyalahkan orang yang merokok karena mereka memiliki hak untuk itu. Namun, jujur saja saya termasuk orang yang memiliki pandangan agak miring terhadap para perokok. Kalaupun Anda perokok, jadilah perokok pintar dan bijak. Saya yakin, Anda tidak buta huruf dan tahu mana lambang smoking area dan non-smoking area. Jangan egois, perhatikan dan hargai orang-orang yang memiliki hak untuk menghirup udara sehat dengan bebas.
Komentar
Posting Komentar