Film
Wall Street 2: Money Never Sleeps ini
dapat disebut sebagai film yang mengantarkan kita untuk kenal dengan dunia
saham. Film ini berlatar belakang krisis global yang diakibatkan oleh kredit
macet di Amerika Serikat, yang berimbas kepada kejatuhan harga saham Wall
Street dan sebagian perekonomian dunia.
Singkat cerita,
film ini mengisahkan seorang top investor, Gordon Gekko yang baru saja keluar
dari penjara. Tokoh Gordon di film ini sangat kuat. Sebagai top investor, ia
dinilai handal dalam melaksanakan aktivitas saham. Namun, ada salah satu quote dalam film ini yang menarik
sekaligus salah satu pedoman yang seharusnya dihindari para investor, yaitu greed is good (ketamakan itu baik).
Gordon adalah sosok yang mendewakan uang, bahkan ia tega mengambil uang yang
sebenarnya hak milik putrinya, Winnie Gekko. Walaupun sebenarnya uang itu
diinvestasikan pada lahan yang benar dan memiliki masa depan yang cerah.
Dari hal di
atas, Gekko dapat disebut sebagai stock
broker. Stock broker ialah seorang professional yang memenuhi syarat untuk
mengatur dan melakukan transaksi jual beli saham dan surat jaminan lain melalui
market maker atau firma agensi atas nama penanam modal. Walaupun caranya harus
menipu terlebih dahulu.
Film
Wall Street 2 menggambarkan bagaimana para jutawan muda pialang-pialang saham
itu menjadi pengangguran yang kebanjiran utang hanya dalam hitungan per sekian
detik. Dan bagaimana seorang pemilik perusahaan yang kaya, pada akhirnya bunuh
diri dengan melemparkan tubuhnya ke rel
kereta api bawah tanah. Hanya karena perusahaannya telah bangkrut hanya karena
permainan angka-angka mata uang yang sangat manipulatif.
Aktivitas
saham yang salah muncul pada tokoh bernama Bretton James, seseorang hedge fund manager yang sukses melakukan
insider trading secara tidak langsung
melalui sebuah perusahaan yang dikontrolnya (Locust Fund). Insider trading adalah perdagangan yang didasarkan karena adanya suatu “informasi
dari orang dalam” (inside Information)
yang penting dan belum terbuka untuk umum, dengan pihak perdagangan tersebut
mengharapkan akan mendapatkan keuntungan ekonomi secara pribadi, langsung atau
tidak atau yang merupakan keuntungan jalan pintas (short swing profit).
Dari
film ini, saya mendapat beberapa pelajaran. Memang, waktu adalah sesuatu yang
sangat berharga bagi investor karena apapun dapat terjadi dalam hitungan
perdetik (baik kenaikan atau turunnya saham). Namun perlu diingat seorang
investor harus berpikir masa kini dan masa depan. Walaupun begitu, berspekulasi
termasuk sesuatu yang “haram” dilakukan oleh investor. Pedoman bagi para
investor adalah bagaimana kekayaannya bertahan dari generasinya ke generasi
setelahnya. Jadi, uang tersebut harus berputar dan menghasilkan uang lagi.
Referensi:
Komentar
Posting Komentar