Film ini diangkat dari sebuah kejadian nyata di Pennsylvania, Amerika Serikat, tentang melajunya kereta api yang membawa bahan kimia mudah meledak tanpa awak (kereta 777). Peristiwa ini menjadi buah bibir masyarakat Pennsylvania karena membahayakan keselamatan para warga Stanton.
Berawal dari kisah kecerobohan seorang pegawai kereta api, Dewey, yang turun dari keretanya dan tidak sanggup untuk kembali keatas kereta sehingga kereta yang memuat 4500 ton bahan kimia yang mudah meledak melaju dengan kecepatan tinggi tanpa awak. Dawey sempat melakukan pencegahan tapi itu tidak berhasil, maka ia dan temannya memberi tau Connie Hopper, sang kepala bagian perusahaan Fuller (perusahaan kereta api itu bernaung). Connie panik dan menugaskan mereka berdua untuk segera menyiasati penyelamatan kereta tersebut karena diperkirakan kereta bahaya tersebut melewati lintasan untuk kereta yang berisi anak-anak sekolah yang sedang mengikuti program “kampanye keselamatan anak”.
Di sisi lain, Frank Barnes, seorang ahli mesin lokomotif seperti biasa menjalankan pekerjaannya di pagi hari membawa lokomotif (kereta 1206), namun pagi itu ia ditemani seorang masinis baru, Will Coston. Petualangan menegangkan pun menanti mereka.
Connie yang panik segera memberi tau orang-orang yang ia kira bisa membantu menghentikan laju kereta maut itu. Ia menghubungi Ned dan Frank. Sementara itu Dewey sudah mengejar kereta dengan mobil yang dikemudikan dengan kecepatan penuh.
Frank yang sedang mengemudi kereta mengalami sedikit konflik dengan Will karena ketika kereta mereka berhenti sejenak, Frank melihat Will sedang menelepon seseorang dan setelahnya Will menjadi tidak fokus dengan pekerjaannya. Frank memberi tau bahwa Will harus dapat konsenterasi dengan pekerjaannya ini, namun Will menganggap dirinya cukup baik dalam bekerja. Perdebatan alot itu pun diputus oleh telepon dari Connie yang mengabari bahwa ada kereta tanpa masinis melaju dengan kecepatan penuh dan sangat membahayakan warga.
Berita tentang kereta tanpa awak pun disiarkan di berbagai media massa. Hingga akhirnya Galvin (pemimpin perusahaan Fuller), mengetahui masalah tersebut dan mengirim beberapa orang untuk menghentikan kereta tersebut. Tersebutlah Judd Stewart, ia mengemudikan kereta api untuk menggandeng kereta tanpa awak tersebut, lalu disuruhlah Ryan, salah satu anggota WAVR yang diturunkan dari helikopter untuk memberhentikan kereta. Tapi usaha itu gagal dan membuat kereta yang dikemudikann Judd terguling dan memakan nyawa Judd Stewart.
Berbekal pengalamannya selama 28 tahun, Frank berkeinginan untuk melakukan aksi penyelamatan kereta tak berawak tersebut, namun Will awalnya ragu tapi pada akhirnya ia ikut dengan Frank. Kenekatan mereka tercium oleh Galvin yang sama sekali tak setuju dengan usaha Frank-Will karena diragukan keberhasilannya dan menyayangkan kerugian yang akan ia dapat apabila usaha itu tidak berhasil. Frank dan Will bersikeras untuk berusaha akhirnya dibantu Connie.
Berbekal pengalamannya selama 28 tahun, Frank berkeinginan untuk melakukan aksi penyelamatan kereta tak berawak tersebut, namun Will awalnya ragu tapi pada akhirnya ia ikut dengan Frank. Kenekatan mereka tercium oleh Galvin yang sama sekali tak setuju dengan usaha Frank-Will karena diragukan keberhasilannya dan menyayangkan kerugian yang akan ia dapat apabila usaha itu tidak berhasil. Frank dan Will bersikeras untuk berusaha akhirnya dibantu Connie.
Upaya kereta 1206 menggandeng kereta 777 mengorbankan kaki Will yang terjepit di antar gerbong kereta. Walau begitu, kedua kereta itu terhubung juga. Ketegangan belum selesai, karena kecepatan kereta 777 harus dapat dikendalikan. Lalu Frank pun menyebrangi gerbong demi gerbong untuk memperlambat kereta 777 itu. Sampai pada suatu gerbong, Frank sudah tidak bisa apa-apa lagi, datanglah Ned membawa mobil dengan kecepatan luar biasa menyuruh Will loncat ke mobilnya. Setelah Will terdampar di bak belakang mobil Ned, mobil pun menyusul ke gerbong paling depan kereta 777 (tempat mesin-mesin pengendali). Will kemudian loncat dan sampai ke gerbong utama untuk mengontrol kereta 777 walaupun dengan tergopoh-gopoh.
Aksi penyelamatan Frank dan Will sukses. Will bertemu dengan keluarga kecilnya dan diberi pertolongan pertama untuk kakinya. Setelah itu diadakanlah konferensi pers perihal aksi heroik Frank dan Will. Masyarakat pennsylvania berhutang budi pada Frank-Will karena aksi heroiknya membuat keadaan kota tersebut aman terkendali.
Walau Unstoppable adalah sebuah film action, namun sang sutradara tidak lupa menyelipkan kisah drama antara Will dan istrinya serta Frank dan kedua anak perempuannya.
jadi ingt smt 1 :))
BalasHapusizin copas bos hehehe
BalasHapus