Film ini diangkat dari kisah nyata seorang jurnalis inspiratif, Veronica Guerin, yang juga dipakai untuk judul filmnya. Guerin, seorang jurnalis Sunday Independent Irlandia merupakan sosok wartawan teladan yang tangguh, ulet, pekerja keras yang merangkap juga sebagai ibu rumah tangga dengan satu anak. Kebiasaan buruk Guerin ialah suka menyetir mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata sehingga membuat dirinya berulangkali ditilang polisi lalu lintas.
Veronica adalah seorang jurnalis yang menguak skandal gereja dan kasus kriminal lainnya. Tak heran jika ia diperhitungkan masyarakat. Karena kepedulian pada kotanya, ia beralih pada kasus maraknya pemakai narkoba di Irlandia. Veronica adalah satu-satunya wartawan yang mau mencoba membongkar tabir Irlandia. Karena sebelumnya tidak pernah ada yang mau meliput kondisi Irlandia, padahal semua tau bahwa pada 1994 Irlandia menempati posisi atas dalam pemakai narkoba terbesar di dunia. Polisi Irlandia pun menutup mata perihal kejadian ini. Dan yang memprihatinkan adalah pemakai narkoba di Irlandia tidak hanya orang dewasa, tapi juga anak kecil sudah banyak yang melakukan perbuatan jahanam tersebut.
Faktanya, tiap minggu selalu diadakan demonstrasi oleh penduduk Irlandia non pemakai narkoba untuk menghentikan sindikat narkoba tersebut. Akan tetapi demo tersebut tidak ditanggapi karena massa yang ikut serta dalam demo tersebut sangat sedikit, kalah jumlah dibandingkan dengan pengguna narkoba itu sendiri.
Mulailah petualangan Veronica dalam menjalankan tugas serta ambisinya untuk menguak permasalahan besar ini. Dia mendatangi langsung tempat dimana sindikat penjualan narkoba merajalela. Lalu ia memulai menguak informasi dengan mendekati kemudian menanyai anak-anak serta remaja pemakai narkoba. Sehingga dia tau siapa pengedar narkoba di sana. Saking besarnya kelompok sindikat obat bius dan narkoba di Irlandia, membuat adanya persaingan antar bandar secara tidak sehat. Tiba-tiba suatu hari datanglah kabar bahwa Martin Cahil, salah satu bandar narkoba meninggal. Tentu saja, Veronica sebagai pemburu berita tak ingin ketinggalan “hot news” saat itu.
Datanglah suatu malam ketika Guerin berkumpul dengan suami dan anaknya, tiba-tiba dikejutkan dengan suara tembakan pada kaca jendela rumah mereka. Mulai dari sinilah teror pada Veronica dimulai. Berlanjut pada malam natal, dimana Veronica ditunggu suami (Graham) dan anaknya di suatu tempat perayaan pesta natal. Saat hendak berangkat, ada yang mengetuk pintu rumahnya, ketika dibuka ternyata tamu tak diundang itu memakai topeng dan mengacungkan pistol dihadapannya. Veronica kaget, si penjahat itu menembak paha Veronica. Kejadian ini membuat veronica dilarikan ke rumah sakit dan mendapat penjagaan polisi 24 jam. Pemberitaan tentang dirinya pun selalu muncul di TV.
Melihat kondisi istrinya saat ini yang sudah tidak aman, Graham meminta Guerin untuk menghentikan investigasinya terhadap sindikat obat bius dan narkoba di Irlandia. Namun bukan Veronica Guerin namanya kalau mudah menyerah. Bahkan dengan kondisi kakinya yang sulit untuk berjalan, ia tetap mencari data seorang bos mafia narkoba terkaya, John Giligan. Setelah mendapat cukup informasi tentang keberadaan Giligan dan kesehatan Veronica telah pulih, datanglah ia ke rumah Gilligan. Mungkin memang kekurangan Guerin yang terlalu gegabah dalam tindakan dan tidak sungkan melontarkan pertanyaan frontal, menjadi penyebab marahnya Giligan. Guerin dipukuli hingga tersungkur dan wajahnya berdarah-darah. Ia pun pulang dan yang pertama ia temui adalah ibunya, kemudian menangisi keadaannya saat itu. Jujur, adegan ini adegan yang paling dramatis dalam film ini, dan pertamakalinya Guerin terlihat rapuh tidak seperti biasanya.
Peristiwa penyiksaannya oleh Giligan membuat Guerin mengalami konflik batin. Ia baru menyadari bahwa pekerjaannya dapat membahayakan diri sendiri dan keluarganya. Belum lagi ia menerima teror dari Giligan bahwa anaknya akan diculik lalu dibunuh bila ia melaporkan kejadian itu pada polisi. Tapi pada akhirnya, Guerin melaporkan tindak kriminal Giligan pada hukum. Namun hasil pengadilan menyatakan bahwa Giligan tidak bersalah dan Guerin kalah dalam ranah hukum.
Akhir cerita Guerin tewas dibunuh suruhan Giligan dalam perjalanan pulangnya setelah terbebas hukuman dari pengadilan lalu lintas. Kematian Guerin seakan menjadi titik terang dalam dunia jurnalistik maupun kehidupan kelam Irlandia. Karena setelah Guerin meninggal, pemerintah Irlandia membekukan aset pengedaran narkoba, lalu angka kriminalitas menurun hingga 15%.
Itulah garis besar cerita Veronica Guerin hasil olahan sutradara Joel Schumacher. Akting menawan sang Guerin yang diperankan Cate Blanchett mampu menghidupkan emosi penonton, sehingga feel senang ataupun sedihnya timbul sekali. Mungkin susah menemukan sosok Guerin di Indonesia, dimana ia mendedikasikan hidupnya untuk dunia jurnalistik dan membawa perubahan yang lebih baik pada dunia.
ya, Veronica Guerin sempat masyhur. Jurnalis perempuan yang okay yang gigih. Tapi membicarakan film ada baiknya tidak hanya memindahkan cerita ke media tertulis. banyak interelasi yang bisa diulas-misalnya, antara film sebagai media ekspresi dan jurnalisme yang berupaya mencari kebenaran, apakah keduanya bisa bertemu (baca: bekerja) sama efektifnya dalam satu media yang sama? hehe, tapi lumayan okay, cara menulismu.
BalasHapusiya kan ini judulnya sinopsis bang. nanti mungkin saya bakal bahas korelasinya antara film dan jurnalistik :)
BalasHapus